Kenaikan harga RAM yang terjadi di pasar global kini mulai memberikan dampak signifikan pada berbagai sektor, terutama pada industri ponsel pintar. Hal ini tentu menjadi perhatian bagi konsumen yang berencana untuk membeli perangkat baru di tahun yang akan datang.
Dalam beberapa bulan terakhir, para analis dan pakar teknologi memprediksi bahwa harga ponsel akan meningkat, dan sejumlah spesifikasi mungkin mengalami penyesuaian. Kondisi ini bisa jadi mengecewakan bagi pembeli yang berharap untuk memperoleh perangkat dengan fitur terbaru dan berkualitas tinggi.
Kenaikan drastis harga RAM dalam kurun waktu satu tahun terakhir terbukti mengejutkan. Harga RAM mengalami lonjakan hingga dua hingga tiga kali lipat, dan meski pengguna ponsel tidak membeli memori ini secara terpisah, dampak dari ketidakstabilan harga tersebut kini mulai dirasakan secara langsung oleh pasar smartphone generasi baru.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga RAM Global
Penyebab utama di balik lonjakan harga RAM adalah meningkatnya permintaan akan memori yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI). Raksasa penyedia pusat data seperti Amazon dan Oracle kini sedang memborong DDR5 untuk mendukung operasional layanan cloud mereka.
Menurut laporan terbaru, server AI modern dapat menggunakan RAM hingga beberapa terabyte, jauh berbeda dibandingkan dengan teknologi server sebelumnya yang sering kali hanya menggunakan 128GB atau 256GB DDR4. Hal ini telah mengubah taktik pemasok dalam distribusi produksi RAM di berbagai sektor.
Di samping itu, shift fokus industri keinginan untuk memproduksi memori jenis High Bandwidth Memory (HBM) menjadi salah satu faktor yang memperparah situasi ini. Komponen ini digunakan dalam kartu AI seperti Nvidia H100 dan GH200, yang menawarkan margin keuntungan jauh lebih tinggi dibandingkan produk RAM tradisional.
Dampak Keterbatasan RAM pada Pasar Smartphone
Ketika tiga produsen utama dunia, yakni Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology, yang menguasai 75 persen pasar RAM, mulai mengalihkan kapasitas produksinya ke HBM, dampaknya terhadap pasokan RAM untuk konsumen menjadi nyata. Jenis DDR, LPDDR, dan GDDR semakin sulit diakses.
Keterbatasan pasokan ini telah memicu kekhawatiran bagi konsumen PC dan produsen perangkat lain yang kini harus bersaing ketat dengan perusahaan teknologi besar untuk mendapatkan RAM yang mereka butuhkan. Persaingan yang semakin meningkat ini dapat memicu lonjakan harga di kalangan pengguna umum, khususnya bagi mereka yang berniat melakukan peningkatan pada perangkat mereka.
Dengan proyek-proyek ambisius di bidang AI, semakin banyak perusahaan besar yang memperhitungkan kebutuhan RAM mereka. Sebagai contoh, OpenAI baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan Samsung dan SK Hynix yang membutuhkannya untuk mendistribusikan 900 ribu wafer DRAM setiap bulan untuk proyek “Stargate.”
Implikasi bagi Konsumen Di Sektor Ponsel Pintar
Bagi konsumen, meningkatnya biaya produksi akibat lonjakan harga RAM dapat berdampak pada harga ponsel yang lebih tinggi. Ini memberatkan pengguna yang ingin meng-upgrade atau membeli perangkat baru dengan spesifikasi tinggi.
Dalam dunia gadget yang sangat kompetitif, peluncuran ponsel baru dengan harga premium bisa jadi menjadi hal yang umum terjadi pada beberapa tahun mendatang. Alhasil, ini membuka jalan bagi produsen untuk menyesuaikan harga pasar sesuai dengan kondisi global tanpa kehilangan daya tarik di mata konsumen.
Dari pandangan pengguna, hal ini dapat mengakibatkan penurunan spesifikasi pada model-model ponsel baru jika biaya produksi tidak lagi memungkinkan. Perusahaan mungkin harus memilih untuk memangkas beberapa fitur canggih demi menjaga harga tetap terjangkau.
